Mengapa di Indonesia Tak Ada Vaksinasi Flu?

  • Seorang rekan tahu bertanya di mana di Indonesia dia bisa mendapatkan vaksinasi flu kepada aku. Saya tak sanggup menjawabnya, karena selama masa ini belum relasi mendengar ada prasarana kesehatan, baik pengasuh maupun swasta secara menyediakan vaksin flu. Padahal di negara-negara maju, khususnya dengan mempunyai empat selama, vaksinasi flu (disebut orang awam sederajat flu shot) tutup menjadi keharusan diberikan terutama pada anak-anak dan manula (di atas 65 tahun) yang amat rentan terpapar flu pada musim winter. Dalam musim winter, berlangsung peningkatan kasus flu yang dinamakan dgn seasonal flu secara menimbulkan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang sangat menonjol.

    harga vaksin yang dikasih mengandung antigen tentang tiga (disebut trivalen) atau empat (disebut quadrivalen) strain virus influenza yaitu strain type A subtype H1N1, strain type A subtype H3N2, dan satu ataupun dua dari strain type B. Vaksin ini bisa dikasih secara suntikan (disebut flu shot) & semprotan hidung (nasal spray). Semua manusia dari usia 6 bulan ke atas dianjurkan mendapat flu shot ini, tetapi ditekankan pada golongan yang akan mengalami kompleksitas yang serius jikalau terkena flu, sebagaimana kelompok usia merasuk (the elderly), orang-orang dengan penyakit susah dan imunitas dengan rendah, dan pula tenaga kesehatan. Guna terbentuknya antibodi (kekebalan) terhadap virus itu diperlukan waktu 2 minggu setelah penghargaan vaksin.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin flu ini luar biasa efektif untuk penguasaan terhadap flu & bersifat aman. Apalagi dia melindungi sosok dari serangan strain flu lain yang bukan di-cover oleh tiga atau empat antigen strain yang dikenal sebagai di atas. Sebelum dilaksanakan program vaksinasi flu ini, di AS puluhan seperseribu orang meninggal konsekuensi flu yang merebak di musim winter. Ini belum dikategorikan ratusan ribu orang yang harus dirawat di rumah nyeri karena komplikasi akibat flu. Pada uni penelitian, pemberian flu shot pada manula (the elderly) terjadi mengurangi resiko petaka sampai 50 premi dan kemungkinan dirawat di rumah linu (hospitalisasi) sampai 25 persen.

    Meskipun vaksin flu ini benar aman, memang terdapat satu dua peri efek samping dalam mereka yang alergi pada telur, akar untuk pembiakan virus ini memang menggunakan media telur mandung. Untuk mengatasi efek samping ini sudah biasa dikembangkan vaksin secara berbasis merkuri dikenal dengan dengan thiomersal secara dinyatakan aman oleh WHO. Dikawatirkan lagi vaksin flu tersebut memicu pada individu tertentu penyakit Guillain-Barré Syndrome, penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan saraf. Namun penelitian medis tidak menemukan korelasi jurang vaksin flu ini dengan GBS (Guillain-Barré Syndrome) tersebut.

Comments

0 comments